Selasa, 22 Februari 2011

Strategi Bersaing Masuk PTN

seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2011 menyediakan 165.034 kursi bagi lulusan sekolah menengah atas atau madrasah dan sederajatnya untuk masuk ke 60 PTN di seluruh Indonesia. SNMPTN 2011 dilaksanakan melalui ujian tertulis atau ujian keterampilan dengan jumlah daya tampung 111.184 kursi (67%), dan jalur undangan sebanyak 53.850 kursi (33%).

Persaingan untuk masuk PTN cukup ketat, diperkirakan tahun ini akan ada sekitar 800.000 calon mahasiswa baru dari seluruh Tanah Air yang akan berkompetisi memperebutkan 111.184 kursi. Menembus PTN dan bersaing dengan lulusan terbaik dari seluruh negeri tidaklah mudah. PTN pun menjaring hanya anak-anak terbaik dengan nilai tertinggi hasil tes SNMPTN.


CEO Teknos Genius Bagia Mulyadi mengatakan, dalam mengikuti SNMPTN, siswa harus mempunyai strategi karena persaingan sangat ketat. Pelajar harus mempersiapkan diri menghadapi ujian SNMPTN dengan melakukan BLT (belajar, latihan, try out). Latihan bertujuan agar siswa terampil mengerjakan soal, dan try out untuk melakukan test case.

Saat mengerjakan ujian SNMPTN, katanya, siswa harus mempersiapkan mental, tetap tenang dan fokus. Siswa jangan terlalu fokus pada soal,

melainkan kerjakan soal-soal yang bisa dieksekusi. "Jangan melihat mudah atau sulit. Bila menemukan soal yang sulit jangan terjebak atau menyerah, tetapi harus tetap mengerjakan dan menjawab semua, jangan dikosongkan," ucapnya.

Dia mengatakan, anak-anak harus mempunyai tekat untuk menjawab semua soal. "Setelah itu, serahkan kepada Tuhan, yang terpenting kita telah mengerjakan soal dengan baik. Bila hari pertama tes telah selesai, jangan dipi-kirkan kembali tetapi siapkan diri untuk ujian hari kedua. Peserta SNMPTN harus punya tekat untuk mendapatkan nilai tinggi, karena PTN juga hanya akan menerima siswa dengan nilai tinggi," katanya.

Empat Tipe

Dia memaparkan, kompetisi dalam menembus PTN ada empat tipe persaingan. Pertama, PTN yang dituju adalah PTN yang memiliki persaingan sangat tinggi (most competitive) seperti Universitas In-donesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Tipe kedua, PTN atau program studi yang dituju cukup kompetitif artinya kuota kursi yang disediakan dengan jumlah peminat lebih banyak. Sedangkan, tipe ketiga, low competitive (persaingan rendah), yakni daya tampung yang disediakan dengan jumlah pendaftar hampir sama. Sedangkan keempat, non competitive (persaingan tidak a-l.i . yakni daya tampung besartetapi jumlah peminat rendah.

Yulius Nainggolan (18) adalah salah satu mahasiswa yang berhasil menembus SNMPTN 2010. Dia berhasil bersaing dengan 2.197 peserta untuk masuk Fakultas Teknik Elektro dan Informatika ITB. Mahasiswa yang sekarang duduk di semester II itu memberikan tip mengikuti ujian SNMPTN. Tip pertama darinya adalah percaya diri, teliti, santai, dan coba menjawab semua soal ujian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar